Experiment Obleck
Disusun oleh: Dina Azka Cameli
Tujuan:
1. Memahami sifat-sifat zat non-Newtonian.
2. Mengetahui cara membuat oobleck dan mengamati perubahan sifatnya.
Alat dan Bahan:
1. Tepung maizena (1 cangkir)
2. Air (1/2 cangkir)
3. Wadah atau mangkuk
4. Sendok atau pengaduk
5. Pewarna makanan (opsional)
Langkah Kerja:
1. Siapkan wadah atau mangkuk sebagai tempat pencampuran.
2. Tuangkan tepung maizena ke dalam wadah.
3. Tambahkan air sedikit demi sedikit ke dalam wadah sambil diaduk dengan
sendok atau pengaduk.
4. Jika diinginkan, tambahkan pewarna makanan dan aduk hingga merata.
5. Terus aduk hingga campuran menjadi kental dan homogen. Konsistensi oobleck
yang baik adalah ketika ia dapat dituang namun juga padat ketika diberi
tekanan.
6. Lakukan uji coba dengan memukul, menekan, atau mencelupkan tangan ke dalam
oobleck untuk mengamati perubahan sifatnya.
Hasil Pengamatan:
• Ketika oobleck dipukul atau diberi tekanan cepat, ia menjadi keras dan tidak
dapat ditembus.
• Saat oobleck disentuh atau dipegang dengan lembut, ia berperilaku seperti
cairan, mengalir di antara jari-jari.
Pembahasan:
Oobleck adalah contoh zat non-Newtonian, yaitu zat yang tidak mengikuti hukum
kekentalan Newton. Zat ini memiliki sifat berubah bentuk tergantung pada
tekanan atau gaya yang diberikan. Saat oobleck diberikan tekanan,
molekul-molekul tepung maizena menyatu dan menciptakan kekentalan yang tinggi,
sehingga terasa keras. Namun, saat tidak ada tekanan atau gaya yang diberikan,
molekul-molekul ini akan bergerak bebas, membuat oobleck berperilaku seperti
cairan.
Kesimpulan:
Oobleck adalah contoh yang baik untuk memahami konsep zat non-Newtonian.
Sifatnya yang unik menunjukkan bagaimana partikel-partikel dalam campuran dapat
bereaksi terhadap gaya dengan cara yang tidak lazim, memperlihatkan perbedaan
antara zat Newtonian dan non-Newtonian.
perbedaan konsistensi oobleck. Selain itu, pengujian dapat diperluas dengan
menggunakan berbagai bahan lainnya untuk melihat apakah sifat non-Newtonian
dapat muncul.
Komentar
Posting Komentar